Kemenparekraf dan BP2MI Jadikan PMI Sebagai Duta Pariwisata

- 18 November 2020, 21:46 WIB
Kemenparekraf berkolaborasi dengan BP2MI dalam membuat PMI sebagai duta pariwisata /

SUARA CIMAHI - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam membuat pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai duta pariwisata. Hal ini dilakukan supaya bisa meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif diIndonesia.

Dilansir kemenparekraf.go.id, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan duta pariwisata atau tourism ambassador adalah sosok yang bisa jadi bagian terdepan di suatu wilayah untuk menggali, memperkenalkan, sampai menjadi bagian dari kehidupan seni, budaya dan pariwisata daerah.

“Kami menilai para pekerja migran Indonesia berpotensi besar untuk dijadikan sebagai duta pariwisata. Tidak hanya menjadi duta bela negara saja, tetapi pekerja migran Indonesia kami harapkan mampu untuk lebih mengenalkan Indonesia pada dunia, terutama wisata di daerah PMI bekerja,” kata Wishnutama, Rabu (18/11/10)

Maka, Kemenparekraf dan BP2MI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam memperingati Hari Pekerja Migran Internasional 2020, di Kantor UPT BP2MI Jakarta, pada Rabu (18/11/2020). Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya bersama Kepala BP2MI, Benny Ramdhani.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini kami harapkan bisa menjadi momentum untuk lebih menyelaraskan pengambilan kebijakan demi menghasilkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, MoU ini diharapkan dapat memperkokoh kerja sama dan kolaborasi antara Kemenparekraf dan BP2MI dalam upaya peningkatan dan pengembangan peran pekerja migran Indonesia dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas dia. 

Sementara itu, Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, mengungkapkan, kerja sama tersebut dapat memberikan keistimewaan pada para pekerja migran Indonesia sebagai duta pariwisata. Hal itu dilakukan demi mempromosikan dan memperkenalkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Menurut World Bank terdapat 9 juta pekerja migran Indonesia termasuk di dalamnya para pekerja yang diberangkatkan secara non-prosedural. Hal ini menunjukkan bahwa potensi jumlah wisatawan mancanegara yang bisa didatangkan oleh pekerja migran kita ke Indonesia cukup banyak. Oleh karenanya, kita berharap para pekerja migran bisa dibekali wawasan terkait pariwisata Indonesia yang dapat dikenalkan kepada para pemberi kerja,” ucap Benny.

Benny menjelaskan, kedepannya pihaknya menitipkan surat dari pemerintah Indonesia bagi pemberi kerja atau pimpinan perusahaan tempat PMI bekerja. Surat itu bisa memperkenalkan destinasi wisata Indonesia.

"Karena terdapat logo Wonderful Indonesia di amplopnya dan ada gambar 10 destinasi wisata Indonesia yang sedang menjadi prioritas pemerintah untuk dipromosikan,” jelasnya. 

Halaman:

Editor: Regi Trie Julianie

Sumber: kamenparekraf


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

X