KAI Targetkan LRT Jabodebek Beroperasi Pertengahan 2022

- 18 November 2020, 15:04 WIB
LRT Jabodetabek ditargetkan dapat beroperasi pertengahan tahun 2022/ Google Image/ KRL /

SUARA CIMAHI - Light Rail Transit (LRT) Jabodebek ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2022. Sebelum itu, KAI bersama pihak terkait selalu melakukan persiapan, seperti pengujian sarana.

“Saat ini KAI bersama para stakeholder rutin melakukan uji dinamis sarana LRT Jabodebek untuk memastikan sarana dalam kondisi siap operasi,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus seperti dikutip laman resmi kai.id, Rabu (18/11/2020).

Sebelum beroperasi secara komersial, seluruh sarana LRT Jabodebek perlu diuji secara bertahap. Pengujian terdiri atas Uji Integrasi dan Trial Run, Factory Acceptance Test, Uji Komunikasi, Uji Dinamis Sarana, serta Uji Kelaikan Operasi.

Berdasarkan Tahun 2017 pasal 8A dan 16, KAI bertugas melakukan penyelenggaraan Sarana dan Prasarana LRT tercantum juga soal pendanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek.

Divisi Light Rail Transit Jabodebek pun sudah dibentuk oleh KAI. Divisi itu bertugas merencanakan, mengevaluasi, serta mengoptimalkan penyiapan penyelenggaraan Sarana dan Prasana LRT sejalan dengan penugasan Pemerintah.

Selain itu, KAI melakukan kontrak pengadaan 31 Trainset atau 186 kereta LRT Jabodebek dari PT Industri Kereta Api (Inka) senilai mencapai Rp3,9 T. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan sarana.

Inka saat ini sudah merampungkan 11 Trainset LRT dan ditempatkan di mainline antara Stasiun Harjamukti - Stasiun Ciracas agar diuji oleh pihak-pihak terkait. Sisanya, masih dalamm proses antrian pengiriman dan penyelesaian oleh Inka di pabriknya yang berada di Madiun, Jawa Timur.

“KAI membeli sarana LRT Jabodebek dari Inka dimana hal tersebut merupakan bentuk dari kolaborasi antar BUMN. Sebagai salah satu konsumen dari produk-produk Inka, KAI bangga dan yakin akan kualitas yang ditawarkan oleh Inka,” ujar Joni.

Setiap trainset/rangkaian LRT Jabodebek terdiri atas 6 kereta. Dalam kondisi normal, setiap rangkaian mampu melayani 740 penumpang, terdiri dari 174 dalam posisi duduk dan 566 dalam posisi berdiri. Dalam kondisi padat, kapasitasnya mampu mencapai 1.308 penumpang.

Halaman:

Editor: Regi Trie Julianie

Sumber: PT KAI


Tags

Komentar

Terkini

X