Berjalan di Tepi Jurang Ganjar Pranowo Menyebar Daging Kurban

- 2 Agustus 2020, 15:06 WIB
Mengirim daging kurban ke Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Klaten, Jawa Tengah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus menempuh jalan meliuk liuk berjurang, Sabtu, 1 Agustus 2020. (dok. Humas Pemprov Jateng) /

SUARA CIMAHI - Warga Tegalmulyo, Klaten, Padmo Sudarmo yang kini berusia 70 tahun merasa sangat bahagia. Ia tak pernah menyangka rumahnya di Dusun Girpasang, didatangi Gubernur Jawa TengahGanjar Pranowo, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Perasaan Sudarmo sangat kaget dan haru bercampur semuanya. Karena, baru kali ini ada seorang gubernur datang ke daerahnya yang sangat terpencil. Semakin bahagia karena momen itu terjadi di perayaan Hari Raya Idul Adha, dan gubernur membawa daging kurban serta bantuan sembako.

"Bahagia sanget, maturnuwun sanget kalih pak Ganjar Pranowo mpun dugi mriki (kami berterimakasih sekali pak Ganjar Pranowo datang ke sini). Awit mbah buyut sampe saiki (sejak kekek buyut sampai sekarang), tembe sepindah niki diparani gubernur (baru sekali ini didatangi gubernur)," kata Mbah Padmo.

Padmo bersama warga dusun merasa sangat bersyukur diperlakukan istimewa karena gubernur beserta rombongan harus menempuh perjalanan yang sulit. Lokasi desa yang terletak di perbukitan dan dikepung jurang yang dalam dan hanya ada satu akses jalan menuju menuju ke sana.

Dilaporkan oleh wartawan PR, Eviyanti, jalan meliuk menjadi akses satu-satunya menuju desa itu. Sebenarnya, warga juga membuat gondola kecil yang menghubungkan antara dua desa. Namun gondola itu hanya untuk mengangkut barang.

Ganjar bersama rombongan penuh perjuangan untuk bisa sampai di desa tersebut. Saat sampai dan menginjakkan kaki di rumah Mbah Padmo, napasnya pun ngos-ngosan. Bagaimana tidak, untuk sampai di lokasi itu, ia harus jalan kaki naik turun gunung.

Bersama rombongan, Ganjar bahkan harus bertaruh nyawa. Ia berjalan di tepi jurang selama kurang lebih 45 menit. Jalan setapak yang dibuat dari semen itu meliuk-liuk di bawah jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter.

Masih dengan nafas tidak beraturan Ganjar menyapa Mbah Padmo. "Kulo mriki sepindah silaturahmi mbah (saya ke sini untuk silaturahmi). Kalih niki mbeto daging kurban kanggo warga(sama ini membawa daging kurban untuk warga," terang Ganjar.

Ganjar memang memperingati hari Hari raya Idul Adha tahun ini dengan berbeda. Jika biasanya ia berkurban dengan mengirim sapi ke masjid-masjid, kali ini Ganjar rela mengunjungi desa terpencil di Klaten itu untuk membagikan daging kurban.

Halaman:

Editor: Muhammad Fauzi

Sumber: Pikiran Rakyat, Galamedia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X