Indonesia akan Melakukan Vaksinasi Massal

- 29 Juli 2020, 23:48 WIB
Presiden Jokowi saat melakukan rapat virtual. (Instagram Presiden Jokowi) /

SUARA CIMAHI - Tahun depan pemerintah bakal menggelar vaksinasi massal serentak di seluruh Indonesia. Hal ini akan dilakukan setelah Indonesia mendapatkan vaksin Covid-19 menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya yakin, kita akan bisa melalui masa sulit dan tak mudah ini. Kita kembali  ke budaya baru kerja, ke situasi normal yang kita harapkan bisa di tahun depan. Kita pulihkan ekonomi, vaksin ditemukan dan bisa dilakukan vaksinasi massal kepada seluruh rakyat di negara kita," ujar Presiden Jokowi saat memberikan arahan para Peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020 melalui siaran telekonference di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020).

Pemerintah saat ini melalui Bio Farma akan melaksanakan uji klinis fase 3 terhadap vaksin corona Sinovac Biotech bernama CoronaVac pada Agustus 2020. Proses uji coba vaksin ini akan melibatkan 1.620 relawan dengan rentan usia 18-59 tahun. Pengujian ini akan diuji selama enam bulan sehingga ditargetkan akan hasilnya diketahui pada Januari 2021.

Presiden Jokowi pun kembali mengingatkan kepada seluruh pihak untuk bekerja cepat dan berani mengambil keputusan dengan tepat di tengah pandemi Covid-19. Tak terkecuali kepada para peserta program kegiatan bersama kejuangan (PKB Kejuangan) tahun 2020 yang terdiri dari Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko AD, Sesko AL, Sesko AU, dan Sespimmen Polri harus berani memberikan suasana baru kepada para anak buahnya.

"Menemukan cara-cara baru yang lebih cepat, memacu anak buah kita untuk menempuh jalan yang lebih cepat yang smart short cut yang goal oriented," kata Jokowi.

Dalam kondisi seperti biasapun, Jokowi kembali mengingatkan kepada para peserta harus mampu lakukan cara-cara yang cepat. Sehingga mampu memenangkan kompetisi.

"Negara yang cepat yang akan memenangkan kompetisi-kompetisi yang ada apalagi kita berada dalam situasi yang sulit, situasi krisis baik kesehatan dan ekonomi," ungkap Jokowi.

Jokowi pun terkait hal itu meminta para peserta harus lebih berani mengubah cara kerja yang biasa menjadi tidak biasa. Dengan membuat terobosan mulai dari proses administrasi hingga berbagai langkah lainnya untuk bisa mengatasi krisis saat ini.

"Kalau kita bisa mengubah ke channel yang saya sampaikan diteruskan ke posisi normal ini yang dinamakan kecepatan dan membuat kita memenangkan kompetisi dengan negara-negara lain karena kita punya kecepatan," ungkap Jokowi.***

Halaman:

Editor: Muhammad Fauzi

Sumber: Pikiran Rakyat, Galamedia


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X